Sabtu, 07 Maret 2015

Fatamorgana

Fatamorgana merupakan sebuah fenomena di mana optik yang biasanya terjadi di tanah lapang yang luas seperti padang pasir atau padang es. Fatamorgana adalah pembiasan cahaya melalui kepadatan yang berbeda, sehingga bisa membuat sesuatu yang tidak ada menjadi seolah ada. Fenomena ini biasa dijumpai di tempat panas dan Gunung Brocken di Jerman

Fatamorgana memang sudah menjadi sebuah fenomena yang kerap terjadi di sekitar kita. Fatamorgana sering diartikan sebagai cahaya yang dipantulkan oleh lapisan udara yang sangat panas akibat pemanasan global yang tengah dialami bumi. Bayangan dan beda pantulan tersebut akan terlihat menyerupai pemukaan air. Pada awalnya, sebutan fatamorgana sendiri diadaptasi dari bahasa Italia yang berasal dari nama seorang sanak saudara Raja rthur yakni Faye le Morgana. Menurut cerita, Faye le Morgana adalah peri yang dapat berubah wujud.
Akan tetapi, fatamorgana sebenarnya merupakan salah satu fenomena yang merupakan salah satu konsep Fisika, yakni pembiasan. Pada umumnya, fatamorgana sering dialami oleh orang-orang ketika tengah berada di jalan beraspal, gurun pasir, dan lautan. Menurut kajian fisika, proses terjadinya fatamorgana dimulai dari proses pembiasan yang terjadi pada 2 medium lewat lapisan-lapisan udara yang mempunyai suhu berbeda antara panas dan dingin. Suhu dingin mempunyai kerapatan yang lebih pekat dan berat daripada suhu panas.
Sementara itu pada faktanya, lapisan udara yang panas di dekat tanah sudah tertangkap oleh lapisan udara dingin di atasnya sehingga menghasilkan pantulan. Maka dari itu, sinar cahaya berjalan di dalam medium yang mempunyai indeks bias yang tinggi seperti kaca, air, dan juga plastik ke medium yang mempunyai indeks bias lebih rendah seperti salah satuya adalah udara. Hail itu mengakibatkan gambar bersifat semu dan terbalik bakal membentuk satu fenomena fatamorgana ini. Hingga sekarang ini, terdapat dua macam fatamorgana, yakni superior dan inferior.
Fatamorgana superior akan terjadi di atas cakrawala lantaran suhu dingin berada di bawah suhu hangat. Maka dari itu, fatamorgana superior akan ditemukan pada air atau es yang amat dingin. Sementara itu, fatamorgana inferior memang lebih sering terjadi, seperti melihat satu benda yang terlihat seperti sebenarnya meskipun refleksi terdapat di dalam air. Fatamorgana merupakan peristiwa yang menyebabkan kita melihat satu ilusi atau mirage.
Sumber : http://www.duniapelajar.com/2013/11/04/proses-terjadinya-fatamorgana/

Aurora



     Aurora adalah fenomena alam yang menyerupai pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari (angin surya).
       Di bumi, aurora terjadi di daerah di sekitar kutub Utara dan kutub Selatan magnetiknya. Aurora yang terjadi di daerah sebelah Utara dikenal dengan nama Aurora Borealis (IPA /ɔˈɹɔɹə bɔɹiˈælɪs/), yang dinamai bersempena Dewi Fajar Rom, Aurora, dan nama Yunani untuk angin utara, Boreas. Ini karena di Eropa, aurora sering terlihat kemerah-merahan di ufuk utara seolah-olah Matahari akan terbit dari arah tersebut. Aurora borealis selalu terjadi di antara September dan Oktober dan Maret dan April. Fenomena aurora di sebelah Selatan yang dikenal dengan Aurora Australis mempunyai sifat-sifat yang serupa.Tapi kadang-kadang aurora muncul di puncak gunung di iklim tropis. 

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Aurora